Entri Populer

Selasa, 22 Juli 2014

nasehat pujangga

Para wanita, dengarkan pesan #pujangga.....

Jika kecantikan wajahmu dan auratmu yg kau
jadikan sebagai magnet untuk memikat
lelaki...,

Maka jangan salahkan siapapun bila yg
mendatangi hidupmu hanyalah para lelaki yg
ingin mencicipi auratmu.
Dan jangan salahkan siapapun jika kau
direndahkan orang lain karna perbuatanmu
sendiri.

Jadilah wanita yg cerdas,
tutupilah auratmu
dgn baik, cantikkanlah hatimu, anggunkanlah
pribadimu.

Maka lelaki baik hati, calon imam surga
dunia-
akhirat pun akan berdatangan untuk
meminangmu.

((( By pujangga jbr ))))

Jumat, 22 November 2013

kata kata pujangga

MATA AIR DAN AIR MATA
Aku ingin membasuh air matamu
Biar luka itu kering
Dan kau bisa melukis pelangi di birunya mata air
Tanpa air mata lagi
Dan aku ingin menghirup mata airmu
Biar kehausan rindu ini tergenangi



TANPA JUDUL
Di sini…
Masih bisa kucium harum tubuhmu yg terjerat lelah
Di sini…
Masih kucoba meraba palung hatimu yg memadamkan perapian
Di sini…
Masih kubingkai bayangmu yg hilang dibalik bayang riuh tawa kemarin
malam
Di sini…
Aku terbius wajahmu yg terbaring manja di peraduan
Di sini…
Aku mengundang semilir angin pd doa yg kubaca utk tidurmu


BAHAGIA DI SATU DEBU
Tak pernah bosan aku berharap
Menggantungkan rindu ini pada ribuan kata yg selalu hadir
Saat aku bisa mencium harum tubuhmu pd deretan senja hari ini
Kemarin, esok, atau lusa…

Satu tatap yg tercipta
Memaksaku untuk diam di pelukan cinta
Luruh tak tertahan
Mengelopak pada bunga pagi
Segar semerbak mewangikan rumah hatimu

Bolehkah aku menengoknya sejenak?
Andai kau ijinkan, aku ingin meraih bahagia
Meski hanya di satu debu

TAK PERNAH BISA
Aku tak pernah bisa mencampakkan cinta yg tak pernah kau miliki
Aku mencintaimu, tapi kau belum memiliki cintaku
Apa yg mesti aku campakkan sementara aku tak punya apa-apa lagi
Selain harapan satu-satunya
Harapan agar kau menerima cintaku



DI MANA ALAMAT RUMAH HATIMU?
Ke mana hujan pergi hari ini?
Sejenak menggoda bumi pada siang yang gerah
Lalu hilang saat malam tengadah

Ke mana aku harus pergi
Saat kusadar tak ada lagi yang aku bela dari perjalanan ini
Selain menapaki jejak lemah menuju rumah hatimu
Tak hilang dilalap lelah
Tak jera diremas gelisah

Sekali aku coba lari dan mengingkari
Seribu kali aku kembali lagi, padamu…
Mengumpulkan semua rindu dan cinta untuk bangkit lagi
Dalam barisan doa-doa
Lalu rebah pasrah menunggu hadirmu
Tanpa ragu dan tanya lagi
Di mana kau alamatkan rumah hatimu?
Agar aku tak salah berlari



DATANG MENJELANG
Seperti kemarau yang menanti hujan
Kutunggu kabarmu yang masih diam
Apakah engkau baik-baik saja?
Seperti tanah tandus yang tersenyum karena deras merebas
Aku hanya bisa mengucap salam dengan doa
Agar kau tak pernah kurang
Selalu tersenyum karena bahagia menjelang, untukmu…



YANG TAK TERLUPA
Yang tak pernah terlupa sedikitpun
Saat ruang kosong menyekat di kepala
Bayangmu mematuk seketika
Merama rama tak hilang
Melebur nyata dalam bilur rindu yang terpelihara

Entah di mana adamu…
Aku hanya tahu kau selalu menghadirkan getar-getar indah
Yang kuiba menjadi bahagia
Di setiap tarian debu dan derai gerimis yg jatuh



SAMAR TERJAGA
Ke mana dunia berpijak di senja ini?
Tak ada kabar yang kuterima
Selain bisikmu yang kutemui pd sisa mimpi tadi malam

Kujaga apapun tentangmu tanpa tanya
Meski tanda cintamu masih samar terkurung gulungan misteri
Apalagi yg bisa kau tawarkan untukku
Selain gelisah dan rindu yg tak pernah mati
Menyulut cinta untuk terus menanti tanpa henti



DI UJUNG KATA-KATA
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu



HANYA PADAMU
Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali

Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..


KATA-KATA MATI
Kata-kata mati mengepungku
Terlalu banyak definisi yg hinggap hingga lidahku kelu
Kata-kata menjadi sedemikian langka
Seolah aku tak mampu membahasakan cintaku padamu

Semua telah terkurung di ruang pengharapanku
Berisi namamu serta berjuta kenangan yg hadir & kumaknai kedalamannya
Aku tak ingin membongkarnya,
Meski kata-kata mati telah menusukkan kesedihan di pusat jantungku


AKHIR TANPA PENGHABISAN
Inilah akhirnya…
Aku mengakhiri jejak yg baru kutapaki
Bukan salahmu…
Ini semua hanya karena aku…
Yang tak mampu menyemai benih rindu di ladangmu
Apa dayaku jika cintaku tak lagi hadir untukmu

Sia-sia kucoba membangun fondasi cinta ini
Sementara di atas segalanya,
Aku terus mengasah kesedihan penantian yang kuiba
Tak mau lepas hingga menafikan adamu

Maafkan untuk satu pilihan yg pahit ini
Tapi setidaknya, lebih baik semua terbuka sedari awal
Sebelum kebohongan terkuak di penghabisan
Aku memilih pergi karena tak mau menyakitimu
Aku memilih mencintai satu nama meski hanya semu


YANG TERINDAH, YANG TERDALAM
Segalanya telah tertebas waktu
Aku masih terhisap sepi yang membisu
Di ujung sapaku yang tertatih menujumu,
Kucoba teduh dalam satu doa:
Semoga kau tetap menjadi yang terbaik dan terindah
Yang kutemui dalam perjalanan hidupku


TETAPLAH BERSAMA
Tetaplah bersamaku, Tuhan
Tetaplah bersamaku, kasih
Jika kasih tak bersamaku
Tetaplah bersamaku, Tuhan
Jika kasihku pergi
Tetaplah bersamaku, Tuhan
Kalau Tuhan tak bersamaku
Ke mana lagi kan kucari kasihku


KABAR HUJAN
Apa kata hujan hari ini?
Dia masih menangis sedih
Karena bumi yg diguyurnya masih menyisakan kemarau

Pohon-pohon belum juga menghijau
Daunnya meranggas
Rantingnya kurus pucat
Hanya akarnya yang tegar menghujam
Setia menanti hujan datang lagi di keesokan harinya
Seperti inikah jejak yang harus kutapaki?


AKU PERGI
Setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu
Kini semua terasa tiada
Makna yang terendap lama
Dan mendekam dalam gugusan matahari
Tak lagi bisa kuraba
Semua seperti kembali kosong

Harapanku akanmu,
Seperti menemui titik penghabisannya
Apa gerangan yg terjadi?
Tiba-tiba aku enggan mengumbar rinduku
Tiba-tiba aku ingin berhenti mencintaimu
Mungkinkah karena sikapmu yg makin lama tak lagi membiusku
Perlahan menghilang di balik dusta

Auramu yg makin pudar oleh sikap tak pasti

kata-kata pujangga

kata-kata pujangga

"Kehidupan ini dipenuhi dengan seribu macam kemanisan tetapi untuk mencapainya perlu seribu macam pengorbanan"
~Pujangga
"Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat"
-Khalifah Abdul Malik bin Marwan
"Kalaulah anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain, janganlah pula anda menambah dukanya."
~Pujangga~
"Manusia tak akan tahu semua perkara, justeru tahu banyak perkara lebih baik dari tidak suka mengambil tahu walaupun satu perkara."
~Pujangga~
"Sekali anda terjatuh, jangan jatuh untuk berkali-kali"
~kata-kata Pujangga~
"Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali."
Kata-kata Pujangga~
"Nikmat itu kadang-kadang tidak disedari, hanya apabila ia telah hilang barulah manusia benar-benar terasa."
kata-kata Pujangga~
"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, tetapi tidak semua perpisahan akan menjanjikan akan adanya pertemuan semula sesudah perpisahan itu."
Kata-kata Pujangga~
"Jangan biarkan perahu hanyut tak ber'penghuni' nanti hanyutnya tidak singgah ke pelabuhan.''
kata-kata Pujangga
"Jangan abaikan permintaan orang, kalau tidak mahu permintaan anda diabaikan orang."
kata-kata Pujangga
"Hidup biarlah berbakti, walaupun tidak dipuji.
~kata-kata Pujangga
"Hari ini adalah realiti impian kelmarin, impian hari ini adalah reliti besok hari..."
kata-kata Pujangga`
"Hidup ini ibarat meniti seutas tali, kadang kala kita jatuh sakit dan terluka, dan itulah yang kita rasai saat ini."
kata-kata Pujangga~
"Hanya mereka yang melepasi ujian akan melalui kehidupan dengan sabar."
kata-kata Pujangga
"Kadangkala menyembunyikan sesuatu perkara dari pengetahuan orang lain lebih baik dari jika diberitahu pun tidak dihiraukan."
"Sekalipun tidak pernah menjadi kaya-raya, kita masih beruntung tidak juga papa kedana" kata-kata Pujangga~
"Setiap kali tersadung, ingatlah kita tidak mahu terjatuh lagi."
kata-kata Pujangga`
"Jangan sesekali menyalahkan kesilapan diri sendiri kepada orang lain kerana orang yang tidak mengakui kelemahan diri sukar untuk berjaya."
kata-kata Pujangga`
"Kita mesti pastikan hari ini adalah milik kita kerana kita belum pasti adakah hari esok kita masih diberi peluang."
kata-kata Pujangga~
" Jangan impikan sesuatu tanpa berusaha mencapainya."
Kata-kata Pujangga:
"Kalau tidak kerana semalam kita telah berusaha, bersungguh, bersabar dan berdoa, belum tentu hari ini kita akan berada di sini."
Kata-kata Pujangga:
" Pemimpin yang berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih bawah daripadanya."
Kata-kata Pujangga:
"Kita patut berkorban supaya orang lain juga merasai kemanisan hidup."
Kata-kata Pujangga:
"Kekuatan itu tidak terbina di atas bilangan yang ramai, tetapi kekuatan itu terbina di atas keyakinan dan optimis seseorang dan keserasian berkumpulan."
Kata-kata Pujangga:
"Berfikir sejenak, merenung masa lalu adalah permulaan yang baik untuk bertindak."
Kata-kata Pujangga:
"Rahsia untuk berjaya ialah menghormati orang lain."
Kata-kata Pujangga:
"Saya percaya; esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok."
Kata-kata Pujangga:
"Yang telah berlalu biarkan ia berlalu, yang mendatang hadapi dengan cemerlang."
Kata-kata Pujangga:
" Berbuat baik jangan sekali, buatlah berkali-kali."
Kata-kata Pujangga:
"Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan yang kita sayangi beroleh bahagia."
Kata-kata Pujangga:
"Kawan ketawa mudah dicari, kawan menangis keseorangan diri."
Kata-kata Pujangga:
"Jangan sesekali menggadai prinsip, demi untuk mendapat dunia yang mengiurkan."
Kata-kata Pujangga:
"Biarpun jalan itu panjang, kita akan merintisnya perlahan-lahan."
Kata-kata Pujangga:
"Hidup ini adalah warna-warni yang terlakar pada kanvas, walaupun tidak cantik ia tetap mempunyai sejuta maksud."
Kata-kata Pujangga:
"Sesuatu khayalan kadang-kadang menjadi realiti."
Kata-Kata Pujangga:
"Tidak ada manusia yang hidup untuk gagal, tetapi tidak merancang adalah merancang untuk gagal."
Kata-kata Pujangga:
"Manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa."
Kata-kata Pujangga:
"Andai hidup punca perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula. Namun seandainya mati punca perpisahan, biarlah hidup ini membawa erti yang nyata."
Kata-kata Pujangga:
"Saya sayang awak, sukarkah untuk dilafazkan?"
Kata-kata Pujangga:
"Mereka mendahulukan akhirat ke atas dunia, mencintai kematian di dalam ketaatan, dan melebihkannya dari kehidupan pada kemaksiatan. Jika berkuasa mereka menghukum dengan adil, mereka memerintah dengan anjuran Islam, mereka zuhud, mereka berbuat baik, maka merekalah orang-orang yang beruntung! Kitakah mereka itu?"
Kata-kata Pujangga:
"Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita banyakkan bekalan untuk meneruskan perjalanan? Kerana kita cuma ada satu persinggahan."
Kata-kata Pujangga:
"Kekayaan boleh mengaburkan jalan yang jujur"
Kata-kata Pujangga:
"Tidak akan ada kemakmuran tanpa kasih sayang, Hanya mereka yang beriman sahaja tahu akan erti kasih sayang." & "Masihkah ada dendam yang bersisa tika tangan bersentuhan mesra."
Kata-kata Pujangga:
"Sebuah kebenaran kadangkala mengandungi kesilapan."

Selasa, 12 November 2013

MENANTI SATU WAJAH

 Seharusnya aku tidak memaksakan kamu untuk tetap berada disini, sakit bila harus melihatmu terus saja memikirkannya”

Sinar lampu menerangi pantai, gemuruh ombak kecil membuat susana semakin hidup karna sejak tadi aku hanya mampu terdiam dan melihatnya tak bicara satu kata pun
“sudah larut malam, aku ingin pulang” pinta ku lirih ,,
“Baiklah,,, “sambil membalikan tubuhnya dan menghampiri mobil yang bertepi di trotoar tepat dibawah sinar lampu jalan.
“kau sedang memikirkan apa? “ melihat kekasih yang kini hanya termenung .

Tak ada jawaban , hanya diam, begitu rapat dia menyimpan kegaduhan hatinya, sampai tak bisa berbagi cerita dengan ku. Kembali lagi aku bicara, hingga kini yang aku ucapkan diluar keinginan ku.
“Baiklah,, aku tidak akan pernah memaksakan kamu untuk tetap ada disampingku, berusaha mencintaiku, ternyata yang kamu rasa bukan cinta. Aku melepaskan kamu saat ini, membiarkan kamu dengannya, dia yang tak aku kenal, semoga kamu bisa merasakan cinta “
















                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
Itulah kalimat terakhir yang aku ucapkan , dan aku tau dia bahagia saat aku ucapkan seperti itu, tak ada tanggapan sedikit pun dengan semua ucapan ku, membuktikan bahwa kini memang tak ada lagi yang harus dipertahankan. Jalan yang lengan membuat aku rasanya sendiri, berada dalam satu ruangan bersama orang yang kini aku anggap asing, “aku tidak boleh lemah” coba menyemangatkan diri. Mobil yang kini tepat berhenti di depan rumah ku,tanpa bicara segera ku buka pintu mobil silver dan mulai mengambil langkah seribu untuk meninggalkan dia . Mobil silver elegan itu pun membelah jalan yang kini di basahi hujan.

Dia menghilang begitu saja,,,
***

Aku hanya mampu memandangi setiap foto yang mengiasi dinding ku ,namun itu dulu. Saat ini jika aku melihat kenangan itu, tawa itu, senyuman itu, semuanya adalah yang selalu membuat aku bisa bertahan dengannya dan kini kesedihan yang aku rasa.
“hati yang akhirnya berbicara untuk memiliki mu, kenyamanan yang membuat ku sayang akan dirimu” aku hanya membalas dengan senyuman,mengartikan bahwa aku ingin ini semua

Sepenggal kata yang terlontar, suasana saung yang tenang dan sangat terasa hidup , yang saat itu memang hanya suara dia yang terdengar jelas ditelinga ku. Menjadi kekasihmu kini aku rasakan, bidik mata setiap yang melihat membuat aku seperti sosok sempurna dihidupnya.
“aku tidak akan memaksakan kamu memilih ku, tapi yang aku tau saat ini aku mencintaimu “
Sontak aku berfikir, apa arti perkataan itu semua.

Dengan malu yang dalam, ku teguk satu gelas teh hangat , bersamaan aku telan matang-matang setiap perkataannya. Tak ada keraguan, dengan cepat dia raih tangan kanan ku dan mengurung dengan dua tangannya merasakan perasaan apa yang ada saat ini , aku mengartikan semua ada banyak kerinduan, kebohongan, dan cinta.
“Semoga saja bukan keburukan yang ku dapat”
“Aku akan berusaha membuat kamu bahagia”

Dia mencoba membuat aku yakin, dan aku sambut dengan senyuman kalimat itu.
***

Sinar matahari senja kini menutupi hampir sebagian gedung perkantoran di sepanjang jalan barat, waktu jam pulang kantor sudah terlawat lima belas menit yang lalu, namun aku masih saja berdiri diatas gedung dan memandangi jalan raya yang padat akan kendaraan. Disana tepat jalan pintu masuk, aku selalu menunggunya untuk menjemputku.
“Maaf aku terlambat, aku harus melemburkan sebagian kerja ku sayang”

Walau letih yang kurasa, tapi setelah mendengar pernyataannya akan keterlambatan dia , aku bisa kembali mencetak senyum diwajah ku. Motor hitam kombinasi merah besar itu melaju dan menembus kemacetan kota Jakarta. Mengajak ku makan malam itu cara dia untuk membujuku kembali baik dengannya.
Sambil melihat jam yang melingkar ditangan kiri, tersadar kalau hari memang sepantasnya gelap. Dan hari ini tepat dua bulan aku tak melihatnya, dan harus terpaksa melihatnya lusa ini.
“Risa,, apa kamu tetap akan berada disini,, hampir semua karyawan sudah pulang”Aku hanya menjawabnya dengan senyuman.
“Aku prihatin dengan keadaan kamu yang seperti ini, biarkan Dimas bahagia dan kamu kembali
dengan dirimu yang dulu,selalu tersenyum. Aku rindu kamu yang dulu Ris”
“Impianku hilang hanya karna dia tak mampu mempertahankan hubungan ini” sambil meremas kerasa kertas yang ada di genggaman tangan kanan.
“Ini bukan bertahan atau siapa yang mempertahankan, tapi ini takdir yang dia pilih.”
“Memang salah jika aku tetap memilih takdir ku untuk berharap bersamanya?”
“Tidak, sampai kamu tau apa yang hati mu saat ini rasakan”
***

“Tapi ini takdir yang dia pilih”
Mengingat sepenggal kalimat itu menyadarkan aku seketika dia adalah orang yang menjauh tanpa alasan dengan ku. Pernikahan yang akan diresmikan satu hari lagi, apa mungkin aku kuat melihat mereka berbahagia, sedang aku saja masih belum mampu melupaknnya. Takan mampu aku melupakannya, semua perhatiannya saja masih jelas melekat diraut wajahnya.Aku pandangi jelas setiap benda kenangan berharga darinya, satu yang begitu menarik perhatian aku, kotak musik yang bagian badan kirinya pecah karna kejadian itu.

Malam itu hujan memang cukup deras, tapi tak mengurungkan niatnya untuk memberiku satu hadiah kecil, karna keterlambatannya yang selalu saja jadi rutinitas. Kotak musik menjadi pilihannya untuk menghibur ku, warna coklat dengan sepasang kekasih , begitu manis.
“Sayang, maaf kemarin aku tidak bisa menemui mu” aku hanya diam
“oh iya,, ini kotak musik kecil, aku melihatnya di toko antik, maaf kalau hanya ini yang bisa aku kasih ke kamu “

Tanpa berfikir panjang dan hati yang sudah dipenuhi kecemburuan, kecurigaan, kemarahan, segera ku hempaskan tangannya yang sejak tadi memgang kotak musik itu. Bagian kiri kotak musik itu terpaksa retak karna keegoisan ku.

Kembali pada pandangan setiap bentuk kotak musik itu, “maafkan aku Dimas” rintih ku sambil menggengam erat kotak musik kecil tua itu. Jelas saja kau pergi meninggalkan ku, karna keegoisan. Ini sudah takdir mu , kan ku cari takdir ku sendiri mungkin bukan engkau tapi nanti kan ada saatnya. Seperti laci kecil di bagian dudukan kotak musik, tak pernah tersadar ternyata itu tempat aksesoris, namun saat ku buka selembar kertas terlipat rapih yang memang pasti sudah enam bulan berada di dalam sana.
“Risa sayang,, mungkin aku tidak akan pernah sanggup mengatakan ini langsung kepada mu, sengaja aku letakan yang tak mungkin kamu tersadar, tapi keyakinan ku akan dirimu mengatakan pasti kau akan melihat surat ini juga. Sudah hampir tiga tahun aku memiliki tumor ganas di bagian otak, aku tak sanggup menceritakan ini semua kepada mu, cukup melihat wajah mu tersenyum sudah mampu membuat aku sehat. Maafkan aku jika keegoisan ku , keterlambatan ku, semua itu karna aku harus mengikuti chemotherapy. Aku tidak ingin kau menangisi dan membasahi surat ini, kau tau begitu sulit aku merangkai kata-kata agar kamu tidak lagi marah kepada ku, Maafkan aku yang harus membuat kamu tau hal ini, karna yang aku ingini hanya menati satu wajah dari mu , yaitu senyuman ikhlas melepas aku pergi. Mungkin aku akan pergi jauh , tapi ingat kamu selalu ada dihatiku Risa. You My Dear Risa, jari kelingkingku sudah terikat oleh jari mu,dan aku akan selalu dengan mu”

Tanpa berfikir ku ambil handphone dan ku pilih satu nama, Mama Dimas , segera ku menghubungi beliau.
“Mama kenapa selama ini semua menutupi penyakit Diamas dari aku, sekarg dimas dirawat dimana ma..” isak tangis yang begitu deras membuat Mama membiarkan Risa dating ke rumah sakit.
***

Tak lagi mempedulikan kebohongan yang diucapkan Dimas, wanita yang diceritakan bersamannya, dia mencintai wanita lain, bahkan undangan pernikahan yang palsu itu ku biarkan berlalu, tujuan hanya satu, hanya ingin melihat aku bahagia. Melihat dia terbaring lemah, aku hanya mampu terdiam, mengingat semua kesalahan aku. Begitu egoisnya aku, dua tahun menjalin hubungan, bahkan aku tak tau penyakitnya. Kecurigaan yang tak beralasan selalu minipahkan kesalahan hanya kepada mu, perhatian mu aku buang sia-sia, hanya karna alasan keterlambatan mu.
“sayang,, maafkan aku , terlalu egois sampai aku tak bias melihat ketulusan mu, kecurigaan ku yang selalu mentutmu bersalah.”

Sambil ku genggam erat tangannya yang kini sudah tak lagi seperti pertama dulu, dingin merajuti seluruh tubuhnya.
“Risa sayang,,aku sudah memaafkan mu, aku hanya ingin melihatmu tersenyum saat kamu melepas kepergian ku”
sambil tertatih dan aku tak menyangka itu kalimat sayang yang terakhir harus kudengar,hingga akhirnya kubacakan dua kalimat syhadat di telingannya. Akhirnya genggaman tangan ku harus lepas, Dimas kini tak ada disisiku, namun aku yakin hati mu selalu disini, bersama ku.
***

Aku menyesal harus mengetahui diakhir, hanya beberapa menit terakhir, inikah jawaban dari setiap teka-teki mu, mencintaiku penuh dengan pertanyaan, dan akhirnya jawaban mu adalah rela menjauh selama-lamanya abadi disana, dan tak ada lagi keraguan. Bukan ini jalan yang aku mau, tapi ini takdir kita. Menanti mu dalam satu wajah yang indah, aku bersyukur aku diberikan kesempatan untuk bias merasakan kasih sayangmu. Satu hal yang baru kusadari, ternyata itu jawaban dari semua pertanyaan ku. Dan aku memilih takdir ku untuk tetap memikirkan mu, dan takkan pernah pudar.
http://pujanggajbr.blogspot.com/


kata cinta

Berbicara masalah cinta memang tidak akan ada habisnya, karena Tuhan menciptakan manusia ini dengan Penuh Cinta sehingga manusia ini adalah makhluk hidup yang sempurna di ciptakan Tuhan di Dunia ini.

Hakekat CInta memang sangat luas dan banyak mempunyai makna yang tersendiri dalam kata Cinta, Bagi saya hanya ada satu cinta yang hakiki yaitu Cinta Pada Tuhan, Cinta pada manusia dan Cinta pada alam sekitar, karena bagaimanapun kita tidak terlepas dari ketiganya akan tetapi makna Cinta pada saat kita remaja yakni beda, yaitu Cinta pada lawan jenis entah cinta kepada laki-laki maupun perempuan dan mungkin pada saat remaja banyak orang yang menggebu-gebu untuk mencari makna Cinta kepada manusia, Okelah jangan banyak Omong daripada tambah ngawur kita langsung saja untuk membaca http://pujanggajbr.blogspot.com/

~ Untuk Adinda ~


Dinda.. 
Kau sandaranku di batas penatku..
Pereda amarahku kala menggebu..
Rangkaian kata tertutur mesra..
Larut aku dalam indahnya Cinta..

Dinda..
Kau sempatkan meski hanya sedikit waktu..
Saat aku melunglai rindu..
Ter urai sudah derita Cinta..
Ber samamu duhai Dinda..

Dinda..
Semoga kan jadi Cinta sejati..
Hingga akhir nanti..
Berdua untuk selamanya..
Mereguk Cinta di lembah Nirwana.. .

Minggu, 27 Oktober 2013

ANTARA AKU DAN DIRIKU


Entah kenapa, ada yang hilang
Entah kenapa, ia tak pernah lagi
menyapaku
mengajakku duduk berlama-lama
bercerita tentang masa lalu, masa depan, dan saat ini
dengan ceria...

Entah kenapa, ia tak pernah lagi menatapku
hanya punggungnya yang kulihat membelakangiku
tak lagi tegar, tak lagi sekuat dulu kenapa?


Setiap kali aku melewatinya
duduk di bawah pohon itu
ia hanya sibuk memainkan ranting pohon yang terjatuh
menulis entah apa di atas tanah
yang berserakan daun-daun kering berguguran
ditemani angin
hanya angin...


Dan ketika gerimis datang
ia tetap di sana, di bawah pohon itu
berdiri dengan kepala tertunduk
dan tangan memegang ranting pohon yang terjatuh
punggungnya bergetar
tak lagi setegar dulu...

Entah kenapa, ada yang hilang...

Antara aku dan diriku
Hanya aku...